Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pemerintah Indonesia Ungkap 8 Alasan Siap Jor-joran Ekspor CPO ke India

Pemerintah Indonesia Ungkap 8 Alasan Siap Jor-joran Ekspor CPO ke India Kredit Foto: CPOPC
ToP Core, Jakarta -

Pemerintah Indonesia menemukan fakta menarik dari pasar minyak sawit India. Minyak sawit Indonesia dinilai terbukti berperan penting dan berpotensi besar dalam mendiversifikasi pasokan minyak nabati di India.

Hal ini diketahui dalam lawatan Delegasi Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, yang diwakili Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Prayudi Syamsuri pada Joint Mission CPOPC di Mumbai beberapa waktu yang lalu (27/9/2023).

Prayudi lalu mengungkapkan sejumlah potensi besar bagi Indonesia untuk terus memasok ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ke India.

Baca Juga: Minyak Sawit Dinilai Serba Guna, Kementan Yakini Masyarakat India Butuh CPO Indonesia

"Pertama, India merupakan pangsa pasar sawit terbesar Indonesia. Kedua, India menghadapi tantangan pemenuhan pangan khususnya vegetable oil yang disebabkan peningkatan populasi penduduk," ungkapnya, dikutip dari keterangan resmi, Senin (9/10/2023).

Ketiga, adanya dorongan yang cukup kuat di industri vegetable oil India untuk memasok minyak sawit selain untuk kebutuhan pangan seperti biofuel, kosmetik, deterjen, dan aplikasi industri. 

"Keempat, keunggulan minyak sawit memiliki daya saing harga dan produktivitas tinggi dibandingkan vegetable oil lainnya sehingga mudah melakukan penetrasi pasar ke negara tujuan ekspor, khususnya India," sambungnya.

Kelima, peluang kampanye positif kelapa sawit Indonesia di India perlu terus didorong khususnya aspek keberlanjutan, kesehatan, dan tracebility.

"Hal ini ditujukan jangan sampai hambatan dagang dalam EUDR policy di Eropa juga mempengaruhi negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia lainnya termasuk India," jelasnya.

Keenam, adanya nota kesepahaman yang telah dibuat antara para pemangku kepentingan utama dalam industri minyak sawit di India, Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga: Tren Penurunan Harga CPO Masih Berlangsung, Ekspansi Industri Mamin Tertahan

"Kesepakatan ini tertuang dalam bentuk memorandum yang bertujuan untuk mengakui ISPO, MSPO, dan IPOS (Indian Palm Oil Sustainability), sebagai kerangka keberlanjutan yang diakui untuk produksi dan perdagangan minyak sawit di negara-negara tersebut," ujarnya.

Ketujuh, minyak sawit berkontribusi sebesar 33% dalam konsumsi vegetable oil di India, mengungguli soya oil, rape oil, dan sunflower oil.

Terakhir, potensi India sebagai negara konsumen terbesar kelapa sawit diharapkan dapat menjadi jembatan diplomasi bilateral dengan Indonesia. Sehingga, dapat memperkuat kerja sama di bidang keberlanjutan, ketahanan pangan dan energi, energi terbarukan, ketahanan dan rantai nilai pangan inklusif, serta ekonomi sirkular.

Penulis: Alfida Rizky Febrianna
Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: