Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hoax 47: Jalan Umum yang Rusak Itu Karena Perkebunan Sawit

Hoax 47: Jalan Umum yang Rusak Itu Karena Perkebunan Sawit Kredit Foto: Antara/Muhammad Nova
ToP Core, Jakarta -

Banyak tudingan bahwa perkebunan kelapa sawit menyebabkan kerusakan jalan umum. Isu ini kemudian dikaitkan aktivitas truk pengangkut TBS/CPO dengan kapasitas muatan yang berlebihan sebagai penyebab kerusakan jalan umum di daerah tersebut.

Melansir laporan PASPI, berkaitan dengan jalan rusak, data Kementerian PUPR (2021) menunjukkan bahwa kategori jalan rusak (berat dan ringan) secara nasional mencapai 8,306 km atau 26 persen dari panjang jalan nasional.

Baca Juga: Per Hari Ini Bursa CPO Akan Live, Bappebti: Lebih Cepat Lebih Bagus

Jika dilihat distribusi jalan rusak setiap provinsi, panjang jalan rusak pada provinsi sentra sawit mencapai 3,823 km atau 46 persen dari total panjang total panjang jalan rusak nasional. Sedangkan sisanya (54 persen) berada pada provinsi non-sentra sawit dan provinsi yang tidak memiliki perkebunan kelapa sawit seperti di Pulau Jawa.

“Data tersebut menjelaskan bahwa jalan rusak terjadi pada provinsi sentra sawit maupun provinsi non-sentra sawit. Tidak ada korelasi yang meyakinkan bahwa kerusakan jalan hanya terjadi pada provinsi sentra sawit,” catat PASPI. 

Berdasarkan data Potensi Desa (BPS, 2016, 2021) dan Indeks Desa Membangun (Kemendesa PDTT, 2016, 2021) yang dirangkum PASPI, diungkapkan bahwa proporsi kualitas jalan non-aspal (diperkeras dan tanah) pada Desa Sawit memang lebih besar dibandingkan Desa Non-Sawit. 

Hal ini mudah dipahami mengingat desa-desa sawit merupakan desa yang baru berkembang setelah adanya perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga: Hoax 3: Kebun Sawit Penyebab Banjir di Indonesia

Barangkali isu yang mengkaitkan perkebunan kelapa sawit dengan kerusakan jalan karena melihat banyaknya jalan non-aspal di daerah sentra sawit. Namun, catat PASPI, dalam konteks pengertian jalan rusak yang dianut oleh pemerintah, kategori kualitas jalan umum yakni jalan baik, sedang, rusak dan rusak berat, tidak terkait langsung dengan kualitas permukaan jalan aspal atau non-aspal.

“Meskipun demikian, masalah jalan rusak apakah itu di daerah sentra sawit maupun di luar sentra sawit adalah masalah yang perlu ditangani secara komprehensif karena menyangkut biaya mobilitas masyarakat maupun barang/jasa,” catat PASPI. 

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: