Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wujudkan Akselerasi SDGs, Industri Sawit Dijadikan Role Model

Wujudkan Akselerasi SDGs, Industri Sawit Dijadikan Role Model Kredit Foto: Kementerian Pertanian RI
ToP Core, Jakarta -

Industri kelapa sawit dijadikan role model dalam mewujudkan akselerasi Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), yang ditargetkan harus bisa tercapai di tahun 2030.

SDGs ini sebagai bentuk kesepakatan pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan hak asasi manusia, kesetaraan, berprinsip universal, integrasi, dan inklusif.

Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi mengatakan, pengembangan kelapa sawit dari hulu ke hilir hingga produk turunannya harus terus digenjot dan dilakukan inovasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga jalannya pembangunan berkelanjutan dapat terukur secara detail, cepat, dan tepat sasaran.

Baca Juga: Industri Sawit, Menggambarkan Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi di Benua Etam

“Pergerakan harus segera dilakukan mulai dari sekarang untuk memberikan hasil yang optimal kedepannya,” ujar Arief.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah berkolaborasi dengan Riset Perkebunan Nusantara (RPN), guna membahas kajian pengembangan perkebunan khususnya mendorong riset iniasitif Kementerian Pertanian melalui pengayaan SDGs dan introduksi serangga penyerbuk kelapa sawit.

Menurut informasi Ditjen Perkebunan, diketahui bahwa saat ini total varietas tanaman perkebunan yang telah dilepas sebanyak 512 varietas.

“Pengayaan SDGs dimaksudkan untuk mencari, mengumpulkan, dan mengintroduksi plasma nutfah baru guna pengayaan SDGs Nasional dan memanfaatkan material introduksi yang diperoleh untuk mendukung riset pengembangan bahan tanaman unggul guna meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional,” kata Andi.

Lebih lanjut Andi menambahkan, jika ini kita jalankan dengan komitmen dan kolaborasi yang baik maka kontribusi bahan tanaman terhadap peningkatan produktivitas relatif signifikan, potensinya bisa mencapai 11 ton/ha/tahun.

Tujuan SDGs, kata Andi, yang ingin dicapai melalui penguatan kelapa sawit diantaranya kedepan diharapkan dapat mengurangi kemiskinan, mencapai ketahanan pangan, dan perbaikan nutrisi, sekaligus menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan dengan pertanian yang berkelanjutan, salah satunya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat.

Baca Juga: Tekanan Harga Minyak Kedelai & Bunga Matahari Turut Batasi Harga Minyak Sawit

“Kami berharap kelapa sawit bisa diproduksi dengan baik dan mencukupi ketersediaan hingga 2025 dan seterusnya, sehingga memberikan pasokan yang cukup bagi industri makanan, termasuk minyak goreng dan makanan berbasis sawit,” kata Andi. 

Selain itu, diungkapkan Andi, kelapa sawit memiliki peranan penting dalam pengembangan energi berkelanjutan dan pengurangan emisi, membantu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta menciptakan lapangan pekerjaan yang layak untuk semua. Kelapa sawit juga dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan SDGs khususnya terkait kemitraan global demi pembangunan perkebunan berkelanjutan.

Andi berharap, Indonesia tetap menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar dan nomor satu di dunia.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: