Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Melihat Kontribusi Besar Industri Oleokimia Sawit Terhadap Sejumlah Aspek

Melihat Kontribusi Besar Industri Oleokimia Sawit Terhadap Sejumlah Aspek Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
ToP Core, Jakarta -

Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC IPB University) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan PT Industri Nabati Lestari (PT INL) menggelar Workshop Hilirisasi Minyak Sawit Menjadi Oleokimia: Potensi dan Tantangan, di Gedung ICC IPB University, Bogor pada Selasa (24/10/2025).

Ketua Pelaksana Workshop Oleokimia Minyak Sawit, Prof. Eliza Hambali dalam keterangannya mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan workshop yang dilaksanakan di tiga kota, yaitu 24 Oktober ini di Bogor, 31 Oktober 2023 di Medan, dan tanggal 7 November mendatang di Balikpapan. 

Baca Juga: Hoax 48: Tidak Ada Manfaat Produk Sawit Bagi Kesehatan Kulit

“Kegiatan Workshop ini digelar bertujuan untuk mendapatkan informasi produk oleokimia berbasis minyak sawit yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia, mendapatkan informasi provider teknologi berbasis minyak sawit, mendapatkan gambaran pasar produk oleokimia berbasis sawit di dalam dan di luar negeri dan mendapatkan informasi peluang dan tantangan pengembangan industri oleokimia sawit di Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SBRC IPB University, Dr. Meika Syahbana Rusli menyampaikan, minyak kelapa sawit hingga saat ini masih menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia dalam menambah devisa negara.

“Berdasarkan data Ditjenbun (2022), luas areal kelapa sawit pada tahun 2022 mencapai 15,38 juta hektar dengan total produksi CPO Indonesia mencapai 48,24 juta ton dan produksi PKO sebesar 9,65 juta ton. CPO dan PKO merupakan bahan baku potensial untuk diolah menjadi beragam produk oleokimia,” paparnya.

Selain penyumbang devisa, ungkap Dr. Meika, industri kelapa sawit juga menyediakan lapangan pekerjaan yang besar, yang mampu menyerap 4,53 juta tenaga kerja petani. Komoditas kelapa sawit termasuk dalam 10 kelompok komoditas unggulan Indonesia yang didorong oleh pemerintah untuk digiatkan proses hilirisasi dan peningkatan daya saingnya. 

Baca Juga: Dirut BPDPKS Resmi Buka Perhelatan PERISAI 2023, Ini Harapannya...

“Hilirisasi industri kelapa sawit terutama untuk industri berorientasi ekspor diperlukan, mengingat pertumbuhan impor tahun 2019 sebesar 7,1% yang masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor yang sebesar 6,3%,” sebutnya.

Oleh karenanya, melalui upaya hilirisasi industri kelapa sawit, diharapkan dapat meningkatkan perolehan devisa dari kelapa sawit dan nilai tambah produk kelapa sawit dapat dinikmati oleh semua stakeholder di Indonesia. 

“Hilirisasi minyak sawit dalam negeri dilakukan dengan mengolah CPO dan PKO menjadi produk-produk bernilai tambah lebih tinggi baik untuk tujuan ekspor maupun untuk substitusi produk impor,” jelasnya.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: