Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hilirisasi Minyak Sawit untuk Pengolahan Produk Oleokimia di Indonesia

Hilirisasi Minyak Sawit untuk Pengolahan Produk Oleokimia di Indonesia Kredit Foto: Antara/Iggoy el Fitra
ToP Core, Jakarta -

Hilirisasi minyak sawit dalam negeri dilakukan dengan mengolah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan inti sawit (palm kernel oil/PKO) menjadi produk-produk bernilai tambah tinggi, baik untuk tujuan ekspor maupun untuk substitusi produk impor.

Terkait hal ini, Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC IPB University) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengadakan kegiatan Workshop Oleokimia dari Minyak Sawit: Potensi dan Tantangan.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Workshop IPB University Prof. Erliza Hambali menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Workshop yang dilaksanakan di 3 kota yaitu Bogor, Medan, dan Balikpapan.

Baca Juga: Mantap! Pellet Sawit Berpotensi Mendukung Pengembangan Ekonomi Hijau Dunia

Lebih lanjut dijelaskan Prof. Erliza, CPO dan PKO merupakan bahan baku potensial untuk diolah menjadi beragam produk oleokimia. Selain penyumbang devisa, industri kelapa sawit juga menyediakan lapangan pekerjaan yang besar, yang mampu menyerap 4,53 juta tenaga kerja petani.

“Komoditas kelapa sawit termasuk dalam 10 kelompok komoditas unggulan Indonesia yang didorong oleh pemerintah untuk digiatkan proses hilirisasi dan peningkatan daya saingnya,” jelasnya, dalam keterangan resminya. 

Hilirisasi industri kelapa sawit terutama untuk industri berorientasi ekspor diperlukan, mengingat pertumbuhan impor tahun 2019 sebesar 7,1% yang masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor yang sebesar 6,3%.

Oleh karena itu, melalui upaya hilirisasi industri kelapa sawit, diharapkan dapat meningkatkan perolehan devisa dari kelapa sawit dan nilai tambah produk kelapa sawit dapat dinikmati oleh semua stakeholder di Indonesia.

Secara umum, hilirisasi CPO dan PKO yang dapat dilakukan di Indonesia dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu oleopangan, oleokimia, dan biofuel.

Baca Juga: Konsumsi & Harga Minyak Sawit Tahun 2024 Diperkirakan Meningkat, Apa Penyebabnya?

Untuk diketahui, hilirisasi oleokimia adalah industri-industri yang mengolah produk industri refinery menjadi produk antara oleokimia/oleokimia dasar hingga produk jadi seperti surfaktan, sabun, deterjen, sampo, biolubrikan dan biomaterial, serta bioplastik.

Kegiatan Workshop ini bertujuan untuk mendapatkan informasi produk oleokimia berbasis minyak sawit yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia, mendapatkan informasi provider teknologi berbasis minyak sawit, mendapatkan gambaran pasar produk oleokimia berbasis sawit di dalam dan di luar negeri, dan mendapatkan informasi peluang dan tantangan pengembangan industri oleokimia sawit di Indonesia.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat dan industri minyak sawit terkait pengembangan produk turunan minyak sawit khusunya oleokimia,” ucapnya.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: