Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hoax 49: Sawit Itu Penyumbang Terbesar Emisi Karbon Dunia

Hoax 49: Sawit Itu Penyumbang Terbesar Emisi Karbon Dunia Kredit Foto: Antara/Makna Zaezar
ToP Core, Jakarta -

Peningkatan konsentrasi emisi gas rumah kaca (GRK) atmosfer bumi telah terjadi sejak awal peradaban manusia di planet bumi.  

Data International Energy Agency (IEA) yang dirangkum PASPI mencatatkan, konsentrasi karbondioksida (CO2) atmosfer bumi pada era pra-industri masih sekitar 180-280 ppmv dan meningkat menjadi 353 ppmv pada tahun 1990. Peningkatan konsentrasi tersebut berlanjut menjadi 379 ppmv tahun 2005, 399 ppmv tahun 2015, dan kemudian meningkat menjadi 407 ppmv pada tahun 2018. 

“Mengacu pada sumber emisi global, peningkatan konsentrasi GRK atmosfer bumi diperkirakan mengalami peningkatan pesat pada masa setelah revolusi industri dan revolusi hijau,” catat PASPI. 

Baca Juga: Hilirisasi Minyak Sawit untuk Pengolahan Produk Oleokimia di Indonesia

Lebih lanjut ditegaskan PASPI, pada awal pembangunan di suatu negara, konsentrasi GRK cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas kegiatan ekonomi atau meningkatnya pendapatan. Hingga pada level tertentu, emisi GRK tersebut akan turun seiring dengan meningkatnya pendapatan atau pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

“Berdasarkan data historis peningkatan konsentrasi GRK atmosfer bumi tersebut, tampaknya mengkaitkan antara perkebunan kelapa sawit dengan peningkatan emisi GRK tidak didukung fakta dan data,” catat PASPI. 

Perkebunan kelapa sawit dunia, ungkap PASPI baru berkembang setelah tahun 1900-an dan itu pun hanya memiliki luas yang relatif sempit.

Baca Juga: Hoax 38: Minyak Sawit Tidak Mampu Feeding the World

Bahkan World Resources Institute (WRI) mencatatkan bahwa top-5 kontributor emisi GRK global dari sektor pertanian, kehutanan, dan land use terbesar terdiri dari livestock and manure (5,8 persen); agricultural soil (4,1 persen); crop burning (3,8 persen); forest land (2,2 persen); dan crop land (1,4 persen).

Data tersebut menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit dunia tidak termasuk sebagai sumber utama emisi GRK dunia atau bukan menjadi kontributor terbesar emisi GRK global.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: