Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

SSMS Kembangkan Biogas dari Limbah Cair Sawit

SSMS Kembangkan Biogas dari Limbah Cair Sawit Kredit Foto: Antara/Muhammad Izfaldi
ToP Core, Jakarta -

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan meminimalkan emisi karbon. Melalui anak usahanya, PT Kalimantan Sawit Abadi (PT KSA), SSMS tengah melakukan uji coba produksi atau commissioning Bio-Compressed Natural Gas (CNG) Plant, berlokasi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dengan kapasitas gas biometana 1.000 Nm3/jam.

Komitmen pengembangan Bio-CNG seperti tertuang dalam komitmen Kyoto Protocol (1997) dan Paris Agreement (2015), sejalan dengan upaya Pemerintah dalam Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) 2009 – 2024. Yakni peningkatan pemanfaatan produk kelapa sawit sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam rangka ketahanan energi.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Ungkap 8 Alasan Siap Jor-joran Ekspor CPO ke India

Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (30/11), Group Head Sustainability SSMS Henky Satrio Wibowo mengatakan, Bio-CNG merupakan bentuk lain pemanfaatan biogas yang dihasilkan dari limbah cair kelapa sawit (POME). 

Saat ini SSMS sudah memiliki dua PLT Biogas dan satu Bio-CNG Plant. Dalam sehari beroperasi, PLT Biogas dapat menghasilkan sekitar 18.000 Nm3, di antaranya 9.000 Nm3 dialokasikan untuk operasional pengolahan pabrik kelapa sawit.

Sedangkan sisa kelebihan biogas dikompres menjadi Bio-CNG sebesar 4.800 Nm3/hari untuk kemudian disimpan dan dikemas dalam tabung. Bio-CNG yang telah dikemas di dalam tabung tersebut akan didistribusikan menggunakan truk.

Dengan beroperasinya Bio-CNG, SSMS dapat mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil, dan beralih ke energi terbarukan. Dengan beroperasinya Bio-CNG Plant pertama ini, SSMS mengestimasikan akan melakukan efisensi dan penghematan penggunan bakar bakar fosil sekitar 1,25 juta liter/tahun, yang selama ini dipakai sebagai bahan bakar genset. 

Baca Juga: Sisa Tahun Ini, Pasar Minyak Sawit Tunjukkan Tren Harga Sedikit Positif

Menurut Henky, selain penghematan dalam penggunaan bahan bakar fosil, secara berkelanjutan adanya Bio-CNG ini juga sebagai upaya SSMS mendorong keberhasilan pengelolaan limbah kelapa sawit berkelanjutan. Selain itu juga untuk mempercepat pencapain target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait Net Zero Emission (NZE) serta ikut berkontribusi pada komitmen nasional terhadap NDC (National Determined Contribution).

Ke depannya, SSMS menargetkan pembangunan 3 pabrik biogas dan 2 Bio-CNG dengan total nilai investasi mencapai Rp280 miliar. Pembangunan sejumlah pabrik tersebut direncanakan akan dimulai pada tahun 2024.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: