Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Operasi Minyak Sawit Berkelanjutan Sangat Penting Bagi Perekonomian Negara dan Penghidupan Petani

Operasi Minyak Sawit Berkelanjutan Sangat Penting Bagi Perekonomian Negara dan Penghidupan Petani Kredit Foto: Antara/Budi Candra Setya
ToP Core, Jakarta -

Pusat Penelitian dan Informasi Datametrik (DARE) mengemukakan, budidaya kelapa sawit merupakan sumber pendapatan utama bagi 500.000 petani kecil di Malaysia. Dikatakan bahwa bagi petani kecil, budidaya kelapa sawit juga penting dalam memerangi kemiskinan dan memainkan peran penting dalam perbaikan kondisi sosial-ekonomi di daerah pedesaan.

“Sedangkan bagi negara, pemerintah juga mengumpulkan pendapatan besar dalam bentuk pajak, termasuk bea cukai dan retribusi dari para pekebun,” katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Business Times pada Kamis (14/12). 

Berdasarkan perkiraan APBN tahun 2024, pendapatan pemerintah dari kedua pajak tersebut diperkirakan mencapai RM1,64 miliar dan meningkat menjadi RM1,8 miliar pada tahun depan. Pemerintah juga memungut pajak pendapatan dalam jumlah besar dari para pekebun, baik dari perusahaan besar maupun petani kecil.

Baca Juga: BKSAP dan Parlemen Malaysia Setuju Perlu Adanya Gugus Tugas Parlemen Terkait Isu Sawit di Pasar Eropa

Oleh karena itu, DARE mengatakan bahwa memiliki operasi bisnis minyak sawit berkelanjutan yang memenuhi standar global Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sangat penting bagi perekonomian negara dan penghidupan mereka yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam rantai pasokan minyak sawit global.

“Meskipun upaya keberlanjutan minyak sawit Malaysia telah membuahkan hasil bagi mereka yang berkecimpung dalam industri ini, masih banyak hal yang dapat dilakukan oleh industri ini secara keseluruhan dalam upayanya untuk menjadi minyak nabati yang benar-benar ramah lingkungan,” katanya.

Disampaikan DARE, dampak minyak sawit dan turunannya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat terlihat jelas karena 60 persen produk komposit di supermarket pada umumnya merupakan produk-produk tersebut. Diantaranya minyak goreng, coklat, biskuit, sampo, deterjen, dan margarin.

“Meskipun minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak digunakan secara global, namun pada saat yang sama minyak sawit juga dikaitkan dengan isu-isu terkait deforestasi dan ancaman terhadap satwa liar. Oleh karena itu, minyak sawit harus diproduksi secara berkelanjutan, tidak hanya untuk memastikan kita terus menikmati produk sampingan minyak nabati dalam kehidupan kita sehari-hari, namun juga untuk perlindungan alam dan lingkungan,” katanya.

Baca Juga: Hadapi EUDR, Pemerintah Indonesia Dorong Inklusi Petani Sawit

DARE mengatakan bahwa produsen minyak sawit dapat lebih meningkatkan keberlanjutan operasi bisnis mereka dengan terlibat dalam berbagai inisiatif terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), selain mendapatkan sertifikasi dari RSPO dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO). Hal ini mencakup tujuan mencapai emisi nol bersih, inisiatif reboisasi, penanaman lebih banyak pohon, dan penentuan tingkat emisi Cakupan 3.

Lebih lanjut dikatakan DARE, hal ini juga memerlukan peningkatan hak-hak pekerja dan kondisi kerja, serta kebijakan keberagaman dan inklusivitas yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti gender, ras, budaya, dan agama selain latar belakang pendidikan.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: