Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perusahaan Coklat di Surabaya Pakai Label Palm Oil Free, Santri Tani NU: Keterlaluan, Cabut Izin Halalnya Segera

Perusahaan Coklat di Surabaya Pakai Label Palm Oil Free, Santri Tani NU: Keterlaluan, Cabut Izin Halalnya Segera Kredit Foto: Kementan
ToP Core, Jakarta -

Beberapa waktu lalu, perusahaan Korte Chocolate diketahui melabelkan semua produknya dengan label Palm Oil Free. Menurut berbagai data di media sosial, perusahaan ini bermarkas di Surabaya, Jawa Timur yang didirikan oleh Jeffry Lukito dan Suhadi Nugraha pada tahun 2014.

Hal ini dinilai menyudutkan sawit Indonesia dan kali ini mendapat perhatian serius dari Santri Tani Nahdlatul Ulama (Santri Tani NU). Keterusikan ini lebih mendalam lantaran justru dilakukan oleh perusahaan dalam negeri. 

“Keterlaluan dan penghianatan kepada Bangsa ini karena justru perusahaan tersebut berdiri dan tumbuh di Indonesia” kata Ketua Umum DPP Santri Tani NU KH. T. Rusli Ahmad, dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Begini Antisipasi dan Prospek Industri Sawit Tahun 2024

Lebih lanjut dikatakan Rusli, hal yang sama memang sudah sering terjadi, namun kali ini sangat luar biasa dan tentu sebagai anak bangsa merasa sangat tersinggung. Jika kampanye negatif tersebut berasal dari negara produsen minyak nabati selain sawit, kata Rusli hal itu bisa dimaklumi sebagai bagian strategi politik dagang. 

“Hasil penelusuran Tim IT Santri Tani NU, saya ketahui bahwa merek coklat ini sudah mendapatkan label Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Dengan kejadian ini kami akan bersurat segera secara resmi ke Kementerian Agama supaya mencabut label halal dari BPJPH,” kata Rusli dengan tegas.

Merek coklat tersebut harus dibasmi dari muka negeri ini, negara ini tidak butuh perusahaan penghianat, lanjutnya.

“Mereka lupa dengan melabelkan Palm Oil Free justru akan menyesatkan dan tentunya akan berdampak ke perekonomian petani sawit khususnya yang pada akhirnya akan menggangu multiplayer efek dari hulu-hilir sawit. Jika ini terjadi maka daya beli masyarakat akan menurun dan akan menganggu market dari produk coklat itu sendiri” ujar Rusli. 

Baca Juga: Kemendag Terus Berupaya Mendorong Implementasi Bursa CPO Indonesia

Lebih lanjut dikatakan Rusli, Ia meminta kepada Bapak Kapolri dan Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo agar memerintahkan jajarannya untuk memeriksa maksud dan tujuan perusahaan tersebut melabelkan Palm Oil Free di semua produk coklat mereka, termasuk memeriksa izin-izinnya dan pajak dari perusahaan tersebut.

“Santri Tani NU sangat berkepentingan dalam hal mengamankan hulu-hilir industri sawit ini, karena 68% anggota Santri Tani adalah petani sawit dan 80% petani sawit Indonesia itu adalah warga Nahdliyin. Siapapun yang menyudutkan hulu-hilir sawit, kami akan menjadi garda terdepan menghalaunya. Silahkan beragumen secara ilmiah, silahkan berbisnis dengan tanpa menyudutkan pihak lainnya, apalagi dengan melakukan bentuk-bentuk kampanye negatif,” kata Rusli.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: