Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

PT KPI Sudah Bisa Memproduksi Avtur Berbahan Baku Sawit

PT KPI Sudah Bisa Memproduksi Avtur Berbahan Baku Sawit Kredit Foto: Antara/Idhad Zakaria
ToP Core, Jakarta -

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai Subholding Refining & Petrochemical Pertamina terus berkomitmen untuk memanfaatkan minyak sawit sebagai campuran bahan bakar penerbangan (avtur) di dalam negeri.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman mengatakan, saat ini pihaknya telah berhasil memproduksi bahan bakar pesawat jenis Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur.

Produksi dilakukan di Green Refinery Kilang Cilacap dengan campuran minyak sawit sebesar 2,4% berkapasitas 9.000 barel per hari (bph). Adapun bahan bakunya yaitu produk turunan sawit, Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO).

Baca Juga: CPOPC Minta Pemerintah Indonesia Tindak Tegas Perusahaan Pengguna Label Bebas Minyak Sawit

“Bioavtur, 2,4% itu adalah bahan bakar nabati, berarti kan 97,6% itu avtur yang kita produksikan dari fosil,” ujarnya dalam Energy Corner CNBC Indonesia, Selasa (2/1/2024).

Taufik menjelaskan, proses pembuatan bioavtur di Indonesia melalui co-processing yang dilakukan oleh KPI di Kilang Hijau (Green Refinery) Cilacap Fase I. Dia menyebutkan, bahan baku nabati tersebut dicampurkan melalui hydrotreating unit di kilang tersebut.

“Bagaimana kita memproduksikan? Produksinya adalah melalui co-processing tentunya. Co-processing di plant kita di Cilacap, bahwa 2,4% bahan bakar baku nabati tersebut itu di-mix dalam hydrotreating unit yang ada di kilang kita di Cilacap,” jelasnya.

Baca Juga: Tahun 2024, Harga CPO Diperkirakan Lebih Baik Daripada Tahun Sebelumnya

Sebagai informasi, kapasitas produksi bioavtur 2,4% sebesar 9.000 bph saat ini, setidaknya PT KPI mampu menghasilkan produksi bioavtur sekitar 1,4 juta liter atau 1.400 kiloliter (kL) per hari (asumsi 1 barel = 159 liter). Proyek Green Refinery Cilacap Fase I ini telah memproduksi 3.000 bph Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau sejenis diesel.

Green Refinery RU IV Cilacap juga memproduksi bioavtur/SAF berbahan baku minyak inti kelapa sawit atau Refined, Bleached, and Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) dengan avtur fosil yang kemudian diolah melalui metode co-processing.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: