Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bagaimana Kinerja Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023?

Bagaimana Kinerja Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023? Kredit Foto: KLHK
ToP Core, Jakarta -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2023 berhasil ditekan lebih kecil sebesar 30,80% dibandingkan tahun 2019 dengan pengaruh El-Nino yang hampir sama, bahkan kondisi 2023 lebih kering. Kondisi ini telah diantisipasi melalui berbagai upaya pencegahan karhutla sejak awal tahun. KLHK mencatat, luas karhutla sampai dengan Oktober 2023 sebesar 994.313,18 ha.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Laksmi Dhewanthi dalam Refleksi Kinerja Tahun 2023 yang dilaksanakan di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta (28/12/2023).

Baca Juga: Tahun 2024 CPO Masih Jadi Tumpuan, Ekspor Nonmigas Ditargetkan Rp4.700 T

“Pada 2023 ini terdapat 11 provinsi rawan karhutla khususnya Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang sejak awal tahun telah diupayakan pencegahan karhutla, karena sudah dideteksi musim kemarau panjang akibat pengaruh El Nino,” ujar Laksmi, dilansir dari laman resmi Kementerian LHK pada Selasa (9/1). 

Laksmi menyebutkan bahwa dalam mengantisipasi musim kemarau tahun 2023 dilakukan dengan memperkuat patroli pencegahan karhutla, baik secara mandiri oleh Manggala Agni maupun terpadu yang melibatkan TNI, POLRI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), pelaksanaan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), serta kerjasama dengan semua pihak termasuk pelibatan masyarakat.

“Risiko karhutla ini harus dijaga sehingga karhutla sebagai kontributor terbesar dari emisi gas rumah kaca di Indonesia dapat dikendaliakan,” pesan Laksmi.

Baca Juga: Pakar Hukum Kehutanan: Data SK DATIN Berpotensi Merugikan Pelaku Perkebunan Sawit

Laksmi menambahkan bahwa capaian kerja tahun 2023 juga terbukti dengan tidak terdeteksinya asap lintas batas ke negara tetangga. Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACCTHPC) yang berlokasi di Jakarta ini memfasilitasi dan terus memperkuat kerjasama dan koordinasi karhutla dan pencemaran asap yang timbul dari kebakaran di wilayah ASEAN.

“Upaya pengendalian karhutla ini adalah komitmen Indonesia dalam mencapai target Updated NDC dan Indonesia FOLU Net Sink 2030 melalui kerja-kerja kolaborasi di tingkat nasional, regional, dan global,” terang Laksmi. 

Laksmi berharap semoga capaian tahun 2023 ini dapat menjadi semangat dan modal baru untuk melangkah lebih maju untuk tahun-tahun berikutnya. 

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: