Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dorong Bauran Energi, PLN EPI Menyerap 1 Juta Ton Biomassa Sepanjang 2023

Dorong Bauran Energi, PLN EPI Menyerap 1 Juta Ton Biomassa Sepanjang 2023 Kredit Foto: Elaeis.co
ToP Core, Jakarta -

Subholding Perusahaan Listrik Negara Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sepanjang tahun 2023 telah menerapkan teknologi subtitusi batu bara di 43 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan biomassa. Pada tahun 2023, PLN EPI telah menyerap 1 juta ton biomassa, tumbuh 71 persen dibandingkan tahun 2022 sebesar 585 ribu ton.

Penggunaan biomassa di pembangkit dengan teknologi co-firing ini mampu mengurangi penggunaan batu bara di pembangkit sekitar 1-3 persen. Selain bisa menggantikan ketergantungan atas energi fosil secara bertahap, penggunaan biomassa juga mampu menurunkan emisi.

Baca Juga: Mengenal RSPO dan Perkembangannya Bagi Sektor Industri Sawit Berkelanjutan

“Dengan teknologi co-firing, 43 pembangkit yang ada mampu mengurangi emisi hingga 941,9 ribu ton co2,” kata Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara, dalam keterangannya, Jum’at (19/1).

Lebih lanjut Iwan juga menjelaskan, penggunaan biomassa juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2021, serapan biomassa baru 290 ribu ton. Pada tahun 2022 naik menjadi 450 ribu ton dan tahun 2023 tumbuh menjadi 870 ribu ton.

“Hingga tahun 2025, kebutuhan biomassa bisa mencapai 10,2 juta ton dengan implementasi co-firing di 52 PLTU PLN Grup,” terangnya.

Nantinya, persentase penggunaan biomassa yang sebelumnya pada saat ini baru berkisar 3 persen terus tumbuh hingga 12 persen di setiap pembangkit. Upaya ini juga sekaligus mendorong target bauran energi hingga 23 persen pada tahun 2025.

Baca Juga: Peningkatan Harga Referensi CPO Dipengaruhi Harga Minyak Dunia dan Minyak Nabati Lain

Biomassa sebagai bauran energi terbukti dengan produksi energi bersih yang bisa dihasilkan. Energi bersih yang dihasilkan dari biomassa pada tahun 2023 mencapai 1 Terawatt Hour (TWh). Produksi energi bersih pun tumbuh hingga lebih dari 77 persen dari realisasi tahun 2022 sebesar 575 GWh.

Iwan menjelaskan sebagai subholding yang menjaga rantai pasok energi untuk pembangkit, PLN EPI akan terus menjaga pasokan dan kualitas dari bahan baku.

“Kami sebagai subholding yang menjamin rantai pasok energi primer ke pembangkit melakukan best effort untuk bisa menjaga keandalan listrik,” tegasnya.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: