Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hoax 51: Kelapa Sawit Mengancam Area Pangan Nasional

Hoax 51: Kelapa Sawit Mengancam Area Pangan Nasional Kredit Foto: Antara/Makna Zaezar
ToP Core, Jakarta -

Konversi lahan pertanian baik antar komoditas maupun antar sektor merupakan fenomena normal yang terjadi seiring dengan kemajuan pembangunan. Dilansir dari jurnal PASPI, meskipun UU No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, memberikan kebebasan bagi petani untuk memilih komoditas yang ditanam, namun besarnya konversi lahan pangan utama yakni lahan padi dapat mengancam penyediaan beras nasional.

“Perkembangan luas perkebunan kelapa sawit Indonesia yang hampir seluruhnya di luar Pulau Jawa ternyata tidak mengurangi luas areal padi nasional,” catat PASPI.

Baca Juga: Mantap! Realisasi Penurunan Emisi GRK Indonesia Melampui Target

Berdasarkan data BPS (2022), luas areal pertanian padi (luas areal dan luas panen) di luar Pulau Jawa masih meningkat sehingga total keseluruhan areal padi mengalami peningkatan

Sebaliknya, luas lahan padi di Pulau Jawa mengalami penurunan, namun luas areal panen padi masih meningkat. Sehingga secara keseluruhan luas areal panen padi di Pulau Jawa masih cenderung meningkat. Data tersebut menunjukkan bahwa perluasan perkebunan kelapa sawit di luar Pulau Jawa secara keseluruhan tidak mengurangi luas areal tanaman padi.

Tentu saja pada level daerah/lokal terjadi konversi areal pertanian padi menjadi areal non-padi, termasuk untuk perkebunan kelapa sawit rakyat. Petani rakyat merasa lebih menguntungkan dengan mengembangkan usaha non-padi.

Studi PASPI mencatatkan, pilihan petani untuk memilih komoditas/usaha yang menguntungkan baginya dilindungi UU No. 12 Tahun 1992. Namun secara keseluruhan ekspansi perkebunan kelapa sawit yang seluruhnya di luar Pulau Jawa, juga diikuti ekspansi areal tanaman padi.

Baca Juga: Mengenal RSPO dan Perkembangannya Bagi Sektor Industri Sawit Berkelanjutan

Di sisi lain, saat ini, pada perkebunan kelapa sawit juga berkembang pola integrasi tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, dan hewan ternak. Petani sawit juga mengembangkan berbagai pola integrasi seperti integrasi sawit dengan tanaman pangan pada masa TBM dan integrasi sawit-ternak pada fase Tanaman Menghasilkan.  

“Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia secara keseluruhan tidak mengancam ketersediaan sumber pangan bagi masyarakat. Justru sebaliknya, kehadiran perkebunan kelapa sawit meningkatkan ketahanan pangan di daerah sentra sawit melalui peningkatan produksi komoditas pertanian,” catat PASPI. 

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: