Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

ITB Produksi Katalis Sendiri, Jadi Loncatan Besar Pengembangan Industri Bioenergi Indonesia

ITB Produksi Katalis Sendiri, Jadi Loncatan Besar Pengembangan Industri Bioenergi Indonesia Kredit Foto: Ellisa Agri Elfadina
ToP Core, Bandung -

Inovasi katalis yang dihasilkan Tim Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi loncatan besar bagi pengembangan bioenergi dan sektor industri di Indonesia. Pasalnya, Indonesia masih mengimpor katalis dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri. 

Dalam rangkaian Workshop Jurnalis Industri Hilir Sawit, Majalah Sawit Indonesia mengajak 30 Jurnalis dari Jakarta dan Bandung mengunjungi Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis (TRKK) ITB dan Pusat Rekayasa Katalisis (PRK) ITB untuk mengetahui perkembangan katalis serta manfaatnya bagi pengembangan biofuel di Indonesia. 

Baca Juga: Sawit, Kunci Strategis Mitigasi Dampak Perubahan Iklim yang Ramah Lingkungan

“Kami ingin meluruskan informasi di masyarakat mengenai katalis, jadi ada yang bilang bahwa katalis itu dari sawit. Padahal, katalis itu bukan dari sawit. Tetapi katalis ini membantu sawit untuk proses konversi minyak sawit dan inti sawit menjadi bahan bakar nabati,” kata Kepala Laboratorium TRKK ITB Dr. Melia Laniwati Gunawan saat menerima kunjungan tersebut pada 31 Januari 2024. 

Menurut Melia, inovasi katalis yang dihasilkan ITB sangatlah penting, lantaran 90% kebutuhan katalis Indonesia, masih diimpor dari negara lain seperti Jerman, Cina, India, dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, sangat penting bagi Indonesia menghasilkan katalis sendiri supaya tidak bergantung kepada negara lain. 

“Memang jumlah dan kebutuhan katalis ini ribuan karena menyesuaikan kebutuhan industri itu sendiri. Bentuknya juga beragam ada yang seperti serbuk dan pellet,” ujar Melia. 

Baca Juga: Tahun 2024, Harga CPO Diperkirakan Lebih Baik Daripada Tahun Sebelumnya

Dengan menghasilkan katalis sendiri, Melia menjelaskan bahwa Laboratorium TRKK dan PRK ITB telah melakukan pengembangan teknologi katalisis untuk memproduksi bensin sawit. Pada 2019, Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) membantu pendanaan TRKK ITB untuk pengembangan katalis dan membangun unit produksi bensin sawit kapasitas 20 liter/hari. 

Kemudian pada 2015, Pertamina dan Laboratorium TRKK ITB melakukan uji coba proses produksi diesel biohidrokarbon dengan reaktor skala komersial Pertamina di RU2 Dumai melalui skema co-processing. Berikutnya, Pertamina, ITB, dan BPDPKS mampu memproduksi diesel biohidrokarbon dengan skema mandiri (stand-alone) untuk memproduksi D100. 

Selain itu, Laboratorium TRKK ITB bersama Pertamina dan didukung BPDPKS berhasil memproduksi bioavtur J2.4 (campuran 2,4% biokerosene dalam avtur fosil). Saat ini bioavtur digunakan untuk uji terbang menggunakan pesawat terbang komersial milik Garuda, jenis Boeing 737-800. 

Baca Juga: Minyak Sawit Rebound Karena Kekhawatiran Hujan Lebat dan Permintaan Tiongkok

Ketua Pelaksana Workshop Jurnalis Industri Hilir Sawit, Qayuum Amri, mengapresiasi Laboratorium TRKK dan PRK ITB yang menerima kunjugan media nasional untuk belajar katalis dan pemanfaatannya bagi sektor industri tidak hanya bioenergi. 

“Kami mendapatkan banyak informasi dari kunjungan dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Laboratorium TRKK dan PRK ITB yang menghasilkan inovasi luar biasa dengan katalis ini,” ujar Qayuum.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: