Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Peningkatan Permintaan Minyak Sawit Mendorong Terjadinya Peningkatan HR CPO

Peningkatan Permintaan Minyak Sawit Mendorong Terjadinya Peningkatan HR CPO Kredit Foto: Antara/Iggoy el Fitra
ToP Core, Jakarta -

Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDPKS), atau biasa disebut Pungutan Ekspor (PE), untuk periode 1 – 29 Februari 2024 adalah sebesar USD806,40/MT. Nilai ini meningkat sebesar USD31,48 atau 4,06% dari periode 1 – 15 Januari 2024 yang tercatat USD774,93/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 142 Tahun 2024 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan BLU BPDPKS Periode 1 – 29 Februari 2024.

Baca Juga: Pemanfaatan Gas Metana: Transformasi Limbah Kelapa Sawit menjadi Energi Terbarukan

Mulai 1 Februari 2024 penetapan HR CPO dilakukan setiap satu bulan sekali, berlaku dari tanggal satu sampai dengan tanggal terakhir bulan pemberlakuan HR CPO. Hal ini sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 01/DAGLU/PER/01/2024 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tata Cara Penetapan Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar, Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan dan Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized Palm Olein yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Sumber harga untuk penetapan HR CPO dimaksud diperoleh dari rata-rata harga selama periode 25 Desember 2023 – 9 Januari 2024 pada Bursa CPO di Indonesia sebesar USD790,84/MT; Bursa CPO di Malaysia sebesar USD821,97/MT; dan Pasar Lelang CPO Rotterdam sebesar USD806,40/MT.

Berdasarkan Permendag Nomor 46 Tahun 2022, jika terdapat perbedaan harga rata-rata pada tiga sumber harga sebesar lebih dari USD40 maka perhitungan HR CPO menggunakan rata – rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median, sehingga harga referensi bersumber dari Bursa CPO di Malaysia dan Bursa CPO di Indonesia. Sesuai dengan perhitungan tersebut ditetapkan HR CPO sebesar USD806,40/MT.

Baca Juga: Gacor! Nilai Hilirisasi Produk Sawit Diprediksi Lebih Dari 100 Miliar Dolar Pada 2028

Selain itu, minyak goreng (refined, bleached, and deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan berat netto kurang sama dengan 25 kg dikenakan BK USD0/MT dengan penetapan merek sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 143 Tahun 2024 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto kurang sama dengan 25 Kg.

“Saat ini, HR CPO mengalami peningkatan yang menjauhi ambang batas sebesar USD680/MT. Untuk itu, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD33/MT dan PE CPO sebesar USD85/MT untuk periode 1 – 29 Februari 2024,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoso, dilansir dari laman resmi Kemendag pada Rabu (7/2). 

Baca Juga: DSNG Mencatatkan Kenaikan Produktivitas CPO Sebesar 3,5% Pada Tahun 2023

BK CPO periode 1 – 29 Februari 2024 merujuk pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 71 Tahun 2023 sebesar USD33/MT. Sementara itu, Pungutan Ekspor CPO periode 1 – 15 Januari 2024 merujuk pada Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor Nomor 103/PMK.05/2022 jo. 154/PMK.05/2022 sebesar USD85/MT.

Peningkatan HR CPO ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu adanya peningkatan permintaan minyak sawit yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi terutama dari Indonesia dan Malaysia serta adanya peningkatan harga minyak mentah dunia.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: