Menu
Economic
Social
Environmental
Hoax Buster
Technology & Innovation
Video
Indeks
About Us
Social Media

Malaysia & Indonesia Sepakat Lawan EUDR yang Mengekang Negara Produsen Sawit

Malaysia & Indonesia Sepakat Lawan EUDR yang Mengekang Negara Produsen Sawit Kredit Foto: Antara/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto
ToP Core, Jakarta -

Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat untuk melawan implementasi UU Anti Deforestasi Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang dinilai mengekang kedua negara selaku produsen minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO).

“Malaysia dan Indonesia mesti bersama-sama bersuara berkenaan dengan kepentingan ekonomi negara, bagaimana cara untuk kita pastikan supaya deforestation regulation yang dikemukakan oleh mereka (Uni Eropa) adalah benar-benar untuk mengekang kemasukan minyak kepala sawit ke negara mereka,” kata Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohammad bin Hasan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga: BPDPKS Gelar Rapat Kerja Tahun 2024 Mengusung Tema 'Sawit Melayani Lebih Baik'

Hasan menilai bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki kepentingan ekonomi yang sama, terutama dalam hal ekspor CPO ke Uni Eropa. Oleh karenanya, Indonesia dan Malaysia sepakat memiliki pandangan dan menyuarakan hal yang sama tentang Undang-undang Anti Deforestasi yang dinilai hanya mendukung produk minyak nabati di pasar Eropa.

“Ini mesti kita suarakan karena jelas sekali bahwa undang-undang tersebut bukan merupakan undang-undang yang didirikan dengan itikad baik tetapi hanya sekadar untuk mendukung produk (minyak) lainnya,” kata Hasan.

Pandangan senada disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, kedua negara memiliki posisi dan suara yang sama terkait deforestasi dan pasar ekspor CPO di Eropa.

“Kita juga memiliki kesamaan posisi pada saat bicara mengenai masalah kelapa sawit, kemudian EU Deforestation Regulation waktu di Uni Eropa kemarin kita bersama-sama menyuarakan mengenai masalah sawit,” kata Retno.

Baca Juga: Peningkatan Permintaan Minyak Sawit Mendorong Terjadinya Peningkatan HR CPO

Retno menjelaskan, pandangan Indonesia dan Malaysia soal EUDR, telah dibicarakan saat Pertemuan Tingkat Menteri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa (UE) ke-24 yang berlangsung di Brussels, Belgia pada Jumat (2/2/2024).

Dalam kesempatan sebelumnya, Staf Ahli Menteri Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa dan Sumber Daya Alam Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Musdhalifah Machmud berharap ada penundaan implementasi EUDR bagi petani kecil. 

Harapan tersebut disampaikan dalam pertemuan ke-2 Ad Hoc Joint Task Force (JTF) mengenai EUDR yang diselenggarakan pada 2 Februari 2024 di Putrajaya, Malaysia.

Penulis/Editor: Ellisa Agri Elfadina

Bagikan Artikel: